Ini Tugas Siapa?
22 Aug 2018

Ini Tugas Siapa?

Alkisah, ada 2 orang tukang batu yang sedang bekerja di tempat yang sama. Sebutlah dengan nama Amir dan Badu.

Suatu saat, mereka ditanya, “ Apakah yang sedang kamu lakukan?”.

Amir, sambil terus bekerja menjawab datar,

“Saya sedang menumpuk bata, sesuai dengan tugas dan tanggungjawab sebagai tukang batu”. Tanpa menoleh sana-sini, Amir pun terus menumpuk batu mengikuti rutinitas yang telah dijalaninya selama ini.

Sementara itu, terhadap pertanyaan yang sama, Badu menjawab sumringah sambil menerawang ke atas,

“Wah, saya sedang membangun sebuah masjid agung, yang nantinya akan dinikmati oleh banyak orang yang ingin bersembahyang khusuk kepada Sang Khalik”.

Dengan kegembiraan hati dan antusiasme besar, Badu pun melanjutkan pekerjaannya.
……..

Apa yang kita lihat dari sisi Amir dan Badu?

Amir adalah contoh pekerja yang melakukan tugasnya atas dasar kontrak formal, sementara Badu adalah representasi pekerja yang menunaikan tugasnya atas dorongan sebuah higher purpose, cita-cita yang melampaui urusan kontrak kerja dan insentif kekaryawanan.

Salah satu hal penting yang dibangun oleh perusahaan dewasa ini adalah engagement.

Engagement memungkinkan karyawan bekerja melampaui batas tanggungjawab formal belaka, dan mereka mengerahkan kemampuan terbaiknya sekuat tenaga, setulus hati dan segenap pikiran.

All out!

Namun sayangnya, sudah cukup banyak studi yang menunjukkan hasil yang berkebalikan. Masih banyak karyawan yang not-engaged, yakni mereka yang menjalankan rutinitas pekerjaan sehari-hari, semata-mata sebagai kewajiban.

Bahkan, ada sebagian karyawan yang dianggap actively-disengaged.

Menurut pakar manajemen SDM, Dave Ulrich dan Wendy Ulrich, dalam bukunya The Why of Work

the way we work
menyebut bahwa organisasi yang berhasil membangun sense of meaning atau purpose dapat dikategorikan sebagai abundant organization. Abundant Organization adalah tempat bekerja dimana individu di dalamnya menyatukan aspirasi dan tindakan untuk menciptakan makna bagi diri mereka sendiri, nilai bagi stakeholder, dan harapan bagi kemanusiaan.

Di dalam Abundant Organization, karyawan mampu mewujudkan aspirasi, energi dan kreativitas hingga batas yang paling tinggi layaknya Badu, yang bekerja melampaui kepentingan diri sendiri.

Tugas seorang pemimpin adalah mendorong dan memfasilitasi setiap karyawan untuk menemukan higher purpose dari pekerjaannya masing-masing sehingga muncul karakteristik the Abundant Organization, yaitu:

  1. Memiliki hal – hal yang bersifat kreativitas, harapan, resilience, semangat juang, resourcefulness dan kepemimpinan;
  2. Tidak hanya fokus kepada kompetisi atau persaingan dan ketidakcukupan (scarcity) tetapi juga kepada kesempatan dan sinergi.

Dan tentunya antara Pemimpin dan Karyawan yang dipimpin memahami bahwa tugas yang dikerjakan tidak hanya untuk memenuhi kewajiban semata namun untuk kepentingan orang lain yang lebih besar. Kita tahu juga bahwa Pemimpin adalah Pembuat Tim yang didalamnya terdapat sejumlah karyawan yang berada dalam lingkup tanggung jawabnya.

Dengan begitu, nilai kepuasan bukan hanya diukur melalui angka-angka yang diterima setiap bulan atau tahunnya, melainkan kepuasan karena telah berbuat sesuatu hal yang baik untuk kepentingan orang banyak.

Keduanya, yaitu Pemimpin dan Karyawan yang dipimpin, harus selalu memiliki semangat untuk belajar dan ‘mau repot‘ mengeluarkan segenap kemampuannya demi menjalankan tugas yang diemban. Alangkah repotnya jika masing-masing enggan untuk memiliki semangat untuk belajar. Sudah berada pada zona yang nyaman. Tidak ingin lagi meningkatkan kapasitasnya.

Anda mungkin pernah dengar kisah tentang anak elang yang dibesarkan oleh ayam. Sepanjang hidupnya, ia tumbuh sebagai ayam. Ia hanya terbang setinggi ayam lain, karena melihat dirinya hanya sebagai ayam.

Tanpa disadari, seperti anak elang, banyak orang menyia-nyiakan potensi dan peluang, yang kebanyakan berujung penyesalan di sisa umurnya.

Bagaimana caranya agar kita tidak berujung pada penyesalan?

Adalah mengenal kemampuan dan potensi diri kita sangatlah penting. Mindset yang benar tentang diri sendiri jadi sangat penting, agar kita bisa menjalani hidup dengan sebaik-baiknya dan sepenuh-penuhnya. Jangan ragu untuk mencoba dan mengeluarkan seluruh upaya kita dalam melakukan sesuatu hal yang baru.

Jika dilihat dari contoh tadi, mindset yang keliru, anak elang itu tidak menyadari bahwa anggota tubuhnya sejatinya mampu membawanya menjelajahi samudera luas dengan ketinggian nyaris 10.000 kaki.

Jadi kenali kemampuan dan potensi Anda, melalui mindset yang benar, lakukan segala sesuatu dengan semangat dan all out. Keluarlah dari zona nyaman Anda. Jangan hanya berpuas diri dan mendirikan benteng dalam pikiran Anda sehingga enggan untuk berubah. Karena sejatinya,

Jadilah Badu-Badu yang lain, yang begitu meyakini bahwa setiap hal yang dikerjakan bukan hanya dari sisi pendapatan atas hasil kerja yang didapatkan, melainkan manfaat bagi orang lain yang dihasilkan serta selalu menimbulkan kepuasan batin.

 

Summary
Ini Tugas Siapa?
Article Name
Ini Tugas Siapa?
Description
Seringkali dalam dunia kerja kita menemukan karyawan yang enggan mengambil peran bahkan hanya kewajiban saja menjalankan tugas tanpa lebih jauh memahami hasil pekerjaannya. Ini Tugas Siapa, adalah sedikit ulasan tentang pentingnya kita untuk tidak mempertanyakan hal siapa, namun hasil yang ingin kita hasilkan.
Author
Publisher Name
WS|William Setiadi
Publisher Logo