Kekuatan Menjaga Motivasi Dalam Menjalani Kehidupan

Kekuatan Menjaga Motivasi williamsetiadi.com

Apakah Anda lelah menjalani rutinitas setiap harinya?

Rutinitas setiap hari yang menggerus semua motivasi Anda, sehingga Anda merasa tidak bersemangat untuk bekerja.

Setiap hari pergi di pagi hari dan pulang malam, jalanan yang macet dan sampai ke tempat kerja dengan mood tidak bersemangat, suguhan berita-berita negatif, pekerjaan setumpuk dengan target harian, mingguan, bulanan, tahunan, kondisi tempat bekerja yang tidak mendukung Anda berkreatifitas, kebuntuan dalam bekerja.

Semua hal diatas adalah kenyataan hidup yang kita hadapi. Bagaimana cara menjaga motivasi dalam bekerja atau menjalani kehidupan yang luar biasa beratnya?

Dalam artikel ini kita akan mengupas secara detail bagaimana menjaga motivasi diri dalam bekerja maupun menjalani kehidupan sehari-hari.

Anda mungkin lelah dengan semua ini, bertahun-tahun bekerja dan menjalani rutinitas. Hingga akhirnya berpikir tidak optimal dalam memberikan kontribusi di tempat Anda bekerja.

Kreativitas yang mentok, hingga selalu mengharapkan cepat libur membuat hilangnya pikiran positif.

Pada akhirnya kita seperti mesin yang bekerja rutin dan hanya menunggu tanggal pembayaran gaji. Karir yang stagnan, pendapatan yang tidak naik signifikan hanya faktor kecil penyebab dari hilangnya motivasi kerja.

Sadarkah Anda bahwa kita bekerja hanya bertahan atau karena sejumlah tagihan/cicilan yang harus Anda bayar setiap bulan?

Mari kita kupas, bagaimana menjaga motivasi kita dalam bekerja maupun menjalani kehidupan yang penuh tantangan ini.

Seperti yang disampaikan oleh Yodhia Antariksa, Blogger tempat saya belajar, elemen kunci kekuatan motivasi ditentukan oleh 3 dimensi yaitu:

elemen kunci kekuatan motivasi

Ketiga dimensi ini yang menjadi bagian untuk kita menjaga motivasi kita tetap menyala dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan menjaga motivasi ini maka setiap tantangan kehidupan dapat kita taklukan.

Pada bagian pertama artikel ini, saya akan membahas untuk elemen yang pertama. Jika dalam satu artikel ini dikupas seluruhnya akan panjang.

Mari kita mulai artikel bagian pertama ini.

Dimensi yang pertama merupakan faktor yang berasal dari diri kita sendiri, terdiri dari:

#Willpower

Willpower merupakan kendali utama dalam mengendalikan diri Anda. Motivasi itu memiliki komponen utama bernama willpower atau kemauan diri sendiri.

Kemauan diri sendiri diumpamakan seperti tangki air. Jadi ketika kita menghadapi situasi sehari-hari yang menjemukan seperti situasi kerja yang stres tinggi, lingkungan kerja yang tidak mendukung dalam berprestasi, membuat cadangan willpower yang berada di tangki akan habis.

Perumpamaan ini menyatakan bahwa ketika menghadapi kondisi-kondisi yang sulit, kita tidak mampu membagi tangki air ini sesuai dengan situasi yang dihadapi. Artinya ketika kita menghadapi masalah dirumah tetap akan menguras juga cadangan willpower kita. Tempatnya tetap satu atau menyatu.

Itulah sebabnya mengapa banyak orang mengeluh, mengapa motivasi kita menurun.

Ada 3 penghancur utama willpower Anda:

Kemacetan Lalu Lintas

Situasi saat ini banyak kota mengalami kemacetan yang tinggi. Kemacetan menjadi sangat efektif dalam menghancurkan willpower kita. Hal ini menjadi sebuah dilema, di satu sisi kita harus tepat waktu dalam bekerja, tetapi disisi lain waktu kita dihabiskan dijalan.

Sampai tempat bekerja, wajah kita sudah lusuh dan tidak bersemangat. Apalagi jika dijalan kita menghadapi kejadian seperti tabrakan atau ribut antar pengemudi.

Lingkungan Kerja Yang Tidak Kooperatif

Lingkungan kerja menjadi bagian selanjutnya merusak kondisi willpower kita.

Mengapa demikian?

Anda bisa membayangkan ketika sampai ditempat kerja, menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang menuntut fokus serta pencapaian tetapi tidak kooperatif diantara para pekerja. Bagaimana mungkin kita dapat optimal bekerja.

Lingkungan yang saling menyalahkan, tidak mau bekerja sama, saling sikut diantara karyawan juga faktor yang efektif dalam menghancurkan willpower kita.

Berita-Berita Negatif

Media online, berita di televisi yang menghadirkan kesuraman, kecelakaan, korupsi atau hal-hal negatif membuat kita kehilangan willpower kita. Orang yang habis dengan membaca berita-berita negatif lebih mudah untuk menyerah.

Anda mungkin pernah mendengar, bagaimana kondisi negara kita yang terpuruk ini. Seorang Presiden, orang nomor satu di negara yang berpenduduk lebih dari 250 juta ini dihujat habis-habisan, entah pencitraan, entah kesalahan. Semua berita-berita ini secara tidak sadar membuat pemikiran kita menjadi pesimis.

Kita menjadi reaktif dan tidak tangguh lagi menghadapi tantangan hidup sebagai akibat menurunnya willpower kita.

Bagaimana Cara Menjaga Agar Willpower Kita Tetap Menyala?

#1 Berolahraga Secara Teratur

Anda mungkin pernah mendengar kutipan “Mens sana in corpore sano” sebuah kutipan terpopuler dalam dunia kesehatan dan olahraga. Berasal dari sebuah mahakarya seorang pujangga Romawi, Decimus Iunius Iuvenalis, yaitu Satire X

“Mens sana in corpore sano” kemudian ditafsirkan sedikit melenceng dari makna aslinya. “Di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”, begitulah kira-kira artinya dalam bahasa Indonesia.

Berbagai literatur menunjukan menggerakkan tubuh itu memberikan dampak luar biasa bagi kekuatan otak dan jiwa kita, selain itu tubuh menjadi bugar.

Yang jarang diketahui bahwa berolahraga teratur juga memberikan dampak yang sangat positif bagi kesehatan motivasi kita. Terbukti orang-orang yang rajin olah raga menjadi tangguh dalam menghadapi problem hidup, tidak mudah stres, dan relatif lebih mampu menjaga willpower-nya.

Tidak hanya tubuh menjadi bugar, tetapi kesehatan motivasi kita tetap terjaga. Olah raga yang baik itu yang dilakukan misalnya 10-15 menit setiap hari dibandingkan dengan seminggu sekali 3 jam.

Bila Anda tidak memiliki waktu untuk berolah raga karena kesibukan bekerja Anda dikantor, lakukan jalan kaki atau naik tangga kantor Anda selama 5-10 kali berkeliling.

Saya pun mengalami duduk berjam-jam di depan laptop. Dan saya menggantinya dengan berjalan mengintari kantor. Sebentar saja.

#2 Melakukan Meditasi

Sebuah riset di Harvard University, seseorang yang rajin melakukan meditasi, otaknya lebih mengembang. Otak yang mengembang memberikan kita ketenangan dan memberikan kekuatan willpower kita.

Dalam keyakinan Islam mungkin disebut Tafakur.

Lakukan meditasi selama 10 menit di rumah, sebelum berangkat kekantor atau sebelum tidur.
Duduk diam, hening dan fokus kepada satu titik.
Rasakan tarikan napas dan hembusan napas kita. Tenang dan nyaman. Ketenangan ini memberikan motivasi yang tidak kalah dengan motivator pada seminar-seminar yang dilakukan selama 10 jam.

Luar biasa kan.

Saya sedang membiasakan metode ini. Sedikit banyak memberikan ketenangan dalam menghadapi hari esok.

#3 Selalu Bersyukur

Sebuah penelitian baru mengungkapkan, bersyukur mampu menyehatkan jantung, tidur lebih berkualitas, mengurangi depresi dan dampak positif pada kesehatan tubuh.

“Sikap mental yang baik seperti selalu bersyukur akan mengurangi level depresi, stres dan kecemasan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung,” kata Paul Mills, seorang profesor kedokteran keluarga dan kesehatan masyarakat di University of California San Diego School of Medicine dikutip laman Today.

Sang peneliti, profesor kedokteran keluarga dan kesehatan masyarakat di University of California San Diego School of Medicine, Paul J Mills mengatakan, kebiasaan bersyukur berdampak pada pelakunya semakin baik. Suasana hati yang tidak tertekan, tidak kelelahan dan kualitas tidur yang lebih baik.

Studi yang dimuat dalam Journal Personality and Individual Differences ini menemukan bahwa orang yang banyak bersyukur, punya kesadaran untuk hidup sehat, gemar melakukan aktifitas fisik, dan juga membantu mereka yang memiliki masalah kesehatan.

“Sikap mental yang baik seperti selalu bersyukur akan mengurangi level depresi, stres dan kecemasan yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung,” paparnya.

Dalam riset ini Mills telah melakukan penelitian mengenai hubungan antara perilaku baik dengan kesehatan jantung terhadap 186 pria dan wanita dengan usia 66 tahun. Usia tersebut dinilai sudah memiliki banyak pengalaman kehidupan.

Selanjutnya responden diminta mengisi kuesioner mengenai rasa syukur mereka terhadap orang-orang, tempat mereka dan seluruh kehidupan mereka. Hasil penelitian ini pun menunjukkan tingkat inflamasi yang lebih rendah pada partisipan yang memiliki sikap lebih banyak bersyukur.

Kesibukan seringkali membuat kita terlupa akan berkat yang kita terima.

Beberapa ritual kecil dan ringan yang dapat Anda lakukan, misalnya tuliskan 3 hal yang Anda syukuri diakhir hari, semua dilakukan sebelum tidur. Apapun yang Anda syukuri dihari itu.

Ketika Anda terbiasa bersyukur akan hal-hal yang Anda hadapi, maka motivasi Anda akan tetap terjaga.

Ini juga saya lakukan bersamaan dengan meditasi sebelum tidur. Bersyukur untuk segala hal yang kita hadapi dihari itu.

#4 Hindari Bacaan, Berita Negatif

Setiap hari kita diekspos oleh berita-berita yang bersifat negatif. Media sosial kita berisi berbagai macam hal yang bersifat negatif. Mulai saat ini, mari kita berubah.

Gunakan media sosial kita untuk membagikan hal-hal yang memberikan inspirasi. Ikuti orang-orang yang memberikan motivasi, inspirasi, dengan begitu kita terbangun motivasi dan terjaga willpower kita.
Sebagai contoh Anda mengikuti akun FB saya, atau twitter. Setidaknya menambah pengetahuan untuk Anda.

Beberapa pakar menyatakan jika kita ingin hidup lebih happy kurangi media informasi yang menghancurkan motivasi kita.

Ini salah satu contohnya, What’s On Your Mind

#5 Pergi Ke Alam

Cara terakhir untuk tetap menjaga willpower kita adalah sering-seringlah ke alam. Lihat pemandangan yang hijau. Mata menjadi segar, pikiran terbuka dan udara segar memberikan oksigen ke otak sehingga terbangun kekuatan otak kita sama seperti olah raga.

Saya senang sekali ketika perjalanan dinas ke Kantor Cabang Ciwidey dan Kantor Cabang Cirata. Saya merasa sangat segar melihat pemandangan yang hijau, sawah yang mulai menguning. Hal ini memberikan semangat bekerja untuk saya.

Saya juga biasa menggunakan sepeda, setiap hari Sabtu gowes ke Taman Hutan Raya atau biasa pesepeda mengenal daerah bernama Warung Bandrek (warban). Melihat pemandangan dan kesegaran yang luar biasa.

Jika Anda belum pernah mencoba, mari luangkan waktu. Rasakan sensasinya.

#Self Competency

Motivasi kita ditentukan juga dengan rasa keyakinan kita akan kompetensi yang dimiliki. Ketika kita tidak yakin akan kemampuan yang kita miliki akan memberikan hambatan untuk berjuang.

Jadi motivasi ini juga wujud dari kompetensi yang kita miliki. Sebagai contoh saya baru menggeluti dunia blogger, saya akan mencari dan belajar tentang blogger ini. Kompetensi yang saya miliki berbanding lurus dengan motivasi yang kita miliki. Artikel ini saya ketik sehabis jam kerja, membaca berbagai artikel, mengikuti kursus online dan setiap hari Sabtu dan Minggu saya gunakan untuk belajar dan praktek.

Rasa percaya diri akan memberikan motivasi yang luar biasa karena keyakinan dengan kompetensi yang dimiliki. Tanamkan dalam diri Anda, cita-cita yang ingin Anda raih atau wujudkan harus sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan.

Bagaimana caranya?

Kita menggunakan

Maksudnya bagaimana?

Saya saat ini dipercaya sebagai Manajer Koperasi Kredit. Untuk menjadi seorang Manajer, saya hanya mempelajari beberapa hal yang menjadi kunci (dengan nilai 20%), saya tidak perlu menguasai semua hal pernak-pernik tentang lembaga yang saya pimpin. Justru kita cari karyawan yang memiliki kompetensi untuk masing-masing bidang di lembaga ini. Dan ternyata, konsep ini memberikan dampak terhadap kemajuan lembaga (80%).

Saya tidak mungkin menguasai semua bagian dalam struktur lembaga ini.

Kemampuan menganalisa untuk memiliki 20% inilah merupakan kunci yang harus Anda kuasai. Luangkan waktu Anda sebanyak-banyaknya untuk menguasai 20% ini. Berjibaku dengan menambah ilmu Anda. Jangan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna.

Sebagai contoh, jika Anda ingin menambah kompetensi Anda dibidang Manajemen, Internet, Anda bisa belajar secara online.

Selesai…

Sampai bertemu di artikel bagian kedua. Jika Anda mempunyai pendapat atau pertanyaan, silakan tuliskan dikolom komentar.

William Setiadi

Seorang Karyawan yang menyenangi buku-buku tentang Kepemimpinan, SDM . Media Blog ini merupakan tempat berbagi pengalaman.

  • Putu Candra

    Wah, setuju sekali dengan isi artikel ini.
    “Keinginan” merupakan sebuah nilai untuk membuat diri menjadi lebih baik.
    Tentu saja “keinginan” atau “kemauan” yang dimaksud di sini adalah kemauan yang positif.
    Willpower, sebuah kata yang sebaiknya – bahkan harus – dimiliki oleh semua orang dalam pekerjaan apapun.
    Jika tidak, apapun yang dilakukan akan “datar” saja pengerjaan.

    Keep the willpower of us.

    • Yess.. Keep the willpower of us… hehehehe makasih ya Putu.. Salam