Resolusi Tahun 2017, Penting Untuk Menjadi Bagian Peta Kehidupan Kita

Apa Resolusi Anda di Tahun 2017?

Apa resolusi Anda di tahun 2017

Ini bukan bermaksud untuk “kepo” tapi menjadi refleksi dalam membuat resolusi. Karena sejatinya, resolusi itu seperti peta perjalanan hidup Anda.

Menjelang akhir tahun 2016, dan 2 hari lagi kita akan menyambut tahun 2017.

Selama beberapa hari terakhir ini Saya banyak membaca koran khususnya koran bisnis untuk mengetahui analisis – analisis pakar ekonomi mengenai kondisi ekonomi di tahun 2017. Selain untuk kebutuhan perencanaan di kantor tempat Saya bekerja, juga bagian penting menurut Saya untuk menjadi perencanaan khususnya untuk diri Saya sendiri.

Akhir tahun biasanya banyak digunakan orang untuk merefleksikan apa-apa saja pencapaian dan juga kegagalan di tahun sebelumnya. Ini menurut Saya penting. Tidak banyak orang mau untuk mengakui kegagalan dan mempelajari kegagalan tersebut agar berhasil dikemudian. Sedikit banyak orang lebih mau mengakui keberhasilan saja. Dan menganggap kegagalan merupakan hal biasa, atau kalau tidak tercapai ya sudah saja.

Nah ini bahayanya (hehehe).

Banyak buku atau artikel yang Saya baca dan pelajari untuk mengetahui lebih dalam, bagaimana kita merefleksikan resolusi tahun sebelumnya dan merancang resolusi ditahun selanjutnya. Tapi sebelum itu, Saya ingin menyampaikan beberapa hal yang menurut Saya ini menjadi unsur penting (khususnya Saya) mengenai hal – hal yang perlu diperbaiki.

Tapi ini bukan maksud untuk menjadi generalisasi ya..
Saya hanya mengambil dari pengalaman hidup dan juga dilingkungan tempat Saya bekerja, dengan maksud menjadi lebih baik di kemudian hari.

Ok, kita mulai yaa..

1. Learning

Di tempat Saya bekerja dan beberapa pengalaman hidup Saya, sulit sekali orang untuk mau belajar. Terlebih untuk sesuatu hal yang baru. Budaya untuk belajar ini akan menjadi batu sandungan ketika kita disandingkan dengan kompetitor. Bagaimana kita mau untuk terus belajar meskipun kita sudah mampu. Berbagai fasilitas disiapkan perusahaan agar karyawannya mau untuk belajar. Budaya untuk belajar ini penting. Dan Saya merasa ini adalah bekal yang tidak hanya untuk saat ini, tapi terus menerus.

2. Analytical Skills

Saya merasa bahwa kita saat ini sangat lemah dalam menganalisa. Banyak data disajikan malah jadi bingung karena kemampuan menganalisa kita rendah. Bagaimana mungkin kita menghasilkan sebuah keputusan yang tepat jika kita tidak mampu menganalisa. Analisa itu berbicara mempertanyakan sesuatu sehingga kita mampu menghubungkan satu dengan yang lain. Hal ini bisa terjadi karena bacaan dan pengetahuan kita kurang.

Nah balik lagi, kenapa bacaan dan pengetahuan kita kurang, karena proses learning kita juga rendah. Mungkin juga karena kita dari sejak kecil tidak terdidik untuk biasa bertanya. Kita terbiasa hanya untuk menjawab. Padahal, analytical skills ini adalah basis penting agar tidak hanya jadi karyawan biasa, yang hanya melakukan saja tanpa mempertanyakan mengapa Saya harus melakukannya (istilahnya: Do’ers) dengan begitu kita bisa naek level menjadi leaders.

3. Kultur Membaca dan Cari Pengetahuan

Nah yang ini lebih parah lagi. Banyak excuse ketika kita dihadapkan pada bacaan – bacaan. Sumbernya mungkin karena malas, sehingga bisa dirangkai —-> Malas+Complain+Excuse adalah hal yang benar – benar memerosotkan kita. Di beberapa artikel yang Saya baca, di luar negeri budaya membaca itu luar biasa. Bawa buku itu sangat lazim dilihat. Kalau di kita bawa buku itu langsung dapat predikat si kutu buku (hahaha).

Ok kalau sekarang membawa buku terkesan berat, mengapa tidak menggunakan smartphone Anda? Ya elah masa cuman buwat selfie, update status dan belanja online aja hehehe.

Saya pada akhirnya memahami bahwa hal-hal diatas merupakan bagian dari diri kita yang harus diperjuangkan untuk berubah lebih baik. Ini merupakan refleksi Saya sebelum menyusun Resolusi di tahun 2017.

RESOLUSI TAHUN 2017

Dari tahun ke tahun, Saya tidak merinci secara jelas apa yang menjadi resolusi Saya. Namun seiring dengan bertambahnya usia Saya, pada akhirnya Saya ingin untuk menuliskan resolusi ini, dan sangat bersemangat mencapainya.

Dalam artikel ini Saya ingin membantu Anda dalam membuat resolusi.

Secara garis besar, Saya membaginya menjadi 7 area, yaitu:

Area Pertama adalah Hubungan Relasi dengan Sang Pencipta

Area ini meliputi hubungan dengan Sang Pencipta. Untuk area ini, harapan apa yang Anda inginkan untuk diperbaiki? Misalnya menjadi lebih rajin beribadah, bersedekah.

Area Kedua, Hubungan Keluarga dan Relasi

Untuk area ini, harapan apa yang Anda inginkan untuk diperbaiki? Misalnya memperbaiki hubungan komunikasi suami istri, keluarga, anak, orang tua/mertua, pasangan hidup.

Area Ketiga, Hubungan Sosial Anda

Untuk area ini, harapan apa yang Anda inginkan untuk diperbaiki? Misalnya hubungan dengan tetangga, pertemanan, persahabatan. Media Sosial juga akhir-akhir ini menjadi sumber perpecahan pertemanan kita, mungkin ini juga bisa menjadi bagian resolusi Anda. Pahami juga bahwa ada perbedaan antara teman dan sahabat.

Area keempat adalah Kondisi Kesehatan

Seiring bertambahnya usia dan kesibukan karena rutinitas, apa yang Anda inginkan untuk diperbaiki? meliputi kesehatan fisik, vitalitas, kebugaran. Misalnya seminggu 2 kali rutin melakukan olah raga selama 15 menit.

Area kelima, Karir atau Kondisi Keuangan

Pada area ini apa yang akan Anda perbaiki meliputi pekerjaan, bisnis, penghargaan, loyalitas, tunjangan, keuangan, omzet, income, profit, investasi, hutang.

Area Keenam, Pengembangan Diri

Area ini meliputi berbagai hal tentang pertumbuhan pribadi, prestasi, belajar, kursus, ikut pelatihan, seminar, baca buku. Area ini juga menjadi bagian dari resolusi, karena telah Saya jelaskan di awal. Pengembangan diri menjadi bagian penting juga. Banyak hal yang sepatutnya kita pelajari dan kembangkan dalam diri kita.

Area ketujuh, Hobi atau Kesenangan Jiwa.

Area ini meliputi berbagai hal yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan, misalnya menyalurkan hobi, jalan-jalan. Banyak orang (termasuk Saya) kurang menyukai jalan-jalan, mungkin karena keterbatasan dana atau hal lain. Tapi ini juga penting untuk kita dalam membuat resolusi di tahun depan. Saya akhirnya menyadari bahwa bagian ini menjadi menjadi penting untuk penyegaran mental kita.

Untuk membuat resolusi di tahun 2017, silakan Anda tuliskan pada 7 bagian atau area tersebut, apa yang ingin Anda lakukan. Resolusi menjadi bagian peta perjalanan hidup Anda. Sehingga baik jika Anda jujur dalam menuliskannya.

Buatlah menjadi sesuatu yang bisa terukur. Jangan yang bersifat abstrak. Karena ketika terukur maka Anda akan lebih mudah untuk melakukannya.
Saya pernah membaca Riset yang mengatakan bahwa 25% orang melupakan resolusi tahun barunya dalam 1 minggu pertama. Riset juga mengatakan bahwa 60% orang melupakan resolusi tahun barunya dalam 6 bulan. Lebih parahnya lagi, sudah tidak terhitung banyaknya orang yang membuat resolusi yang sama setiap tahunnya sampai 10 tahun berturut-turut tanpa bisa terwujud.

Miris bukan? Heheehe

Harapannya Anda tidak atau bukan dari 25% orang tersebut. Jadi ambil kertas Anda, tuliskan Resolusi Tahun 2017 Anda.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam membuat resolusi ini, Anda dapat menuliskan dikolom komentar, Saya dengan senang hati membantu.

Semoga bermanfaat.