Sistim Pendukung Motivasi Anda

Kekuatan Menjaga Motivasi dalam Menjalani Kehidupan Bagian ke-3

Menjaga motivasi kita untuk selalu menyala memang tidak mudah. Pelajaran terpenting dalam artikel ini adalah Anda mempunyai kekuatan dari dalam diri sendiri yang diwujudkan melalui willpower dan juga lingkungan kerja yang mendukung Anda.

Bagaimana selanjutnya?

Kita mengetahui bahwa untuk menjaga motivasi kita agar selalu berkobar, tahan uji dalam menjalani kehidupan, didasari pada 3 elemen kunci, yaitu:

elemen kunci kekuatan motivasi

Pada bagian yang ke-3 ini kita melihat bahwa motivasi juga dihubungkan dengan sistim. Sistim adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu.

Elemen Kunci Kekuatan Motivasi Bagian ke-3

Sistim merupakan serangkaian alur yang juga mendukung Anda agar tetap memiliki motivasi. Agar motivasi ini selalu terjaga.

Ada 3 hal yang menjadi pembahasan dalam artikel ini.

#1 Sistim Penggajian Dalam Lingkungan Kerja

Tak bisa dipungkiri bahwa sistim penggajian dalam lingkungan kerja mempengaruhi motivasi Anda. Anda dapat membayangkan bagaimana jadinya setelah berkontribusi siang dan malam untuk perusahaan Anda namun sistim penggajiannya termehek-mehek.

Pengalaman saya, karyawan tidaklah cukup hanya diberi mimpi bahwa bekerja ditempat ini lebih banyak berkarya bagi sesama. Mereka memiliki keluarga, setidaknya ada nilai yang ingin dibawa setiap bulannya bagi keluarga mereka.

Disisi ini bagaimana kita bisa mengupayakan perbaikan sistim penggajian ini. Karena saya bekerja pada bidang keuangan, maka saya akan mencari terlebih dahulu sumber pendapatan ini dari mana, yaitu besarkan omset perusahaan saya. Sehingga dengan begitu kita dapat memperbaiki sistim penggajian ini.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana memotivasi karyawan dengan hanya memberikan mimpi-mimpi bahwa dengan bekerja yang baik dan memberikan kontribusi luar biasa maka gaji yang diterima cukuplah saat ini. Bagaimana mungkin?

Karyawan akan lari ketempat lain, dan tentunya perusahaan telah rugi karena berbagai macam investasi yang diberikan melalui pelatihan maupun juga pengalaman bekerja hilang, dan harus memulai lagi dengan karyawan baru yang tentunya melakukan pelatihan dan investasi ulang.

Sisi ini menurut saya menjadi fokus bagaimana perusahaan-perusahaan besar mempertahankan karyawan-karyawan kunci dengan sejumlah fasilitas serta gaji yang fantastis. Tentunya dengan perhitungan yang matang juga.

Ketika sudah terjadi perbaikan, maka selanjutnya adalah mendorong kontribusi kinerja karyawan lebih besar lagi, sehingga omset perusahaan dapat bergerak lebih cepat dan besar.

Apabila Anda bekerja pada perusahaan yang masih kecil dan sistim penggajian yang belum tertata, jangan menyerah. Tetaplah berupaya dengan meningkatkan kompetensi Anda dengan begitu, perusahaan akan melirik Anda dan menaikan jabatan Anda. Dengan naiknya jabatan pasti gaji pun mengikuti.

Jika perusahaan Anda tidak mengenal juga sistim penggajian yang bagus, Anda harus selalu ingat

Orang lain atau perusahaan lain akan mencari Anda, untuk menawarkan pekerjaan dengan sistim penggajian yang lebih baik. Kuncinya hanya satu, tingkatkan nilai jual/kompetensi Anda.

Pilihan lain jika Anda memang telah bosan dengan sistim perusahaan, ya mulailah mencari ide atau hobi yang Anda sukai, dan jadilah pengusaha.

Masih banyak jalan ke Roma.

#2 Temukan Rasa Percaya Diri Anda

Orang akan termotivasi atau menjaga motivasinya jika menemukan rasa percaya diri. Bagaimana cara menemukan rasa percaya diri?

Buatlah sesuatu target dalam pekerjaan Anda. Dan sudah pasti apabila perusahaan Anda memang baik tata kelolanya, pasti ada Key Performance Indicator (KPI). Didalam KPI ini terdapat serangkaian target yang harus Anda capai, buatlah langkah-langkah kecil secara sistimatis untuk mencapai target tersebut.

Jika perusahaan Anda tidak memiliki KPI, pertanyaan sederhananya dari mana Anda dapat dihitung kinerjanya?

Dan ketika target tersebut tercapai, apa yang Anda rasakan?
Kepuasan dan satu lagi percaya diri untuk mencapai lebih besar lagi.

Dalam dunia kerja saya, setiap bulan pada tanggal 5 setiap kepala cabang akan bertemu untuk memberikan laporan hasil pencapaiannya pada bulan sebelumnya. Banyak yang tidak tercapai, adakalanya mereka juga mencapai target yang diharapkan.

Saya selalu mencoba dengan memberikan gambaran bagaimana cara mencapai target tersebut, sehingga ketika mereka dapat mencapainya, ada rasa “ketagihan” untuk mencapai yang lebih besar lagi. Itulah mengapa, setiap karyawan memang harus diberikan lingkungan yang mendukung untuk pengembangan bagi dirinya.

Jika memang tidak tercapai target tersebut, segera lakukan evaluasi. Dengan begitu, karyawan dibuat selalu “ketagihan” untuk mencapai kinerja yang maksimal.

#3 Kekuatan Situasi Lingkungan

Anda pernah mendengar teori Broken Window?

Broken window theory adalah teori yang dikembangkan James Q Wilson dan George Keilling.

Intinya seperti ini:

Bisa pencurian, bahkan perampokan disertai pembunuhan.

Mengapa?

Banyak jurnal menyebutnya snowball effect. Karena hal besar adalah akumulasi dari hal kecil. Ini ibarat terbiasa melakukan dosa kecil dan akhirnya berani melakukan dosa besar. Jika seorang anak nakal yang tidak sengaja memecahkan jendela sebuah rumah dan melihat jika kaca itu tidak diperbaiki, mengapa tidak sekalian merusak pot, pagar, dan perabotan didalam rumah itu? Toh, pemilik rumah akan diam saja.

Walikota New York, Rudy Giuliani, menggunakan teori jendela pecah ini untuk menurunkan kriminalitas di kotanya.

Bagaimana ceritanya?

New York pada tahun 60-an dan 70-an adalah salah satu kota terbejat. Kriminalitas sangat tinggi. Tercatat lebih dari 200.000 kasus pada 1965 dan meningkat jadi 650.000 kasus pada pertengahan 70-an.

Dijalan-jalan sangat banyak kasus pencurian, pembunuhan, sampai pemakaian obat2an terlarang.
Kota juga kumuh. Penuh dengan graffiti, corat-coret, dan aksi vandalisme.

Lalu, George L Keiling di-hire untuk menjadi konsultan kepolisian New York (NYPD).

Apa yang ia lakukan?

Sangat sederhana yaitu menghapus grafiti di sepanjang jalur kereta bawah tanah dan taman-taman kota.
Jika mereka mencoret-coret lagi? Langsung ditangkap dan grafitinya dihapus.

Saat itu juga. Zero tolerance.

Tidak ada ampun untuk penjahat-penjahat kecil dan perusak fasilitas umum. Kebijakan ini ditempuh sejak tahun 1985. Dan pada dekade 90-an, kejahatan di kota New York turun drastis.

Mengapa ini bisa terjadi? Karena polisi kota New York segera memperbaiki jendela yang rusak dan menangkap perusak jendela.

Apa maksud dari teori ini?

Jika kita ingin karyawan kita menjadi teladan, tidak melanggar peraturan, maka ciptakan lingkungan yang membuat karyawan kita segan untuk melakukan pelanggaran. Jika ada yang melakukan pelanggaran, segera tegur. Jangan membuat karyawan lain melihat itu sebagai suatu kebiasaan. Pada akhirnya, karyawan yang lain tergoda untuk mengikuti berbuat pelanggaran.

Studi menyebutkan bahwa jika dalam sebuah halaman parkir yang bersih, orang akan segan untuk membuang sampah.

Namun jika lingkungan tersebut kotor, maka orang-orang akan dengan seenaknya untuk membuang sampah dengan frekuensi 5 kali lipat dari biasanya.

Bagaimana caranya agar situasi lingkungan kita dapat menjaga motivasi kita?

Ciptakan fasilitas atau cara yang memudahkan orang untuk melakukan tindakan yang diinginkan. Buat dengan semudah mungkin.

Dan yang kedua adalah

Ciptakan sesuatu yang membuat perilaku yang tidak diinginkan berkurang frekuensinya. Buat menjadi segan untuk melakukan hal yang tidak diinginkan.

Kesimpulan

Anda telah mengikuti atau membaca artikel tentang motivasi ini hingga pada bagian yang ke-3 ini. Satu hal yang menjadi fokus kita bahwa dalam menjaga motivasi, kitalah yang menjadi subyek atau aktor dalam menentukan motivasi kita.

Lingkungan kerja, sistim hanyalah bagian lain yang memberikan warna bagi motivasi ini. Tentunya jika Anda mengijinkan aura positif selalu bermain dalam hidup Anda, maka Anda tidak perlu khawatir dan merasa habis motivasi Anda dalam menjalani tantangan kehidupan.

Anda harus memiliki semangat positif dengan didasari selektif mencari lingkungan yang juga sama memiliki aura positif, dan selanjutnya Anda dapat terus menjaga motivasi Anda dalam menjalani kehidupan ini.

William Setiadi

Seorang Karyawan yang menyenangi buku-buku tentang Kepemimpinan, SDM . Media Blog ini merupakan tempat berbagi pengalaman.

  • lia irawan

    Keren artikelnya.
    Setuju, bahwa seseorang hrs memiliki motivasi (baik dr dlm diri maupun lingkungan) spy bisa terus berkarya. Hal ini jg hrs ditunjang dgn adanya sistem yg baik (utk karyawan, di lingkungan kerja).

    Ditunggu artikel keren berikutnya 🙂

    • Terima kasih Lia…

      Ditunggu komentar-komentar sekaligus juga koreksinya yaaa. Salam

  • Nelma Febrianty

    Artikel dengan ulasan yang menarik! Memotivasi diri sendiri dan menjaga motivasi itu tetap menyala memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan, justru kita sendiri aktornya.

    Terima kasih sudah memberikan insight lewat artikel ini, ditunggu artikel-artikel berikutnya. 😉

    • Sama-sama, seneng bisa bermanfaat artikelnya.. Ditunggu komentarnya untuk artikel-artikel selanjutnya..